Menu Close

Fintech P2P Lending Salurkan Pinjaman hingga Rp 100 triliun

Fintech P2P Lending Salurkan Pinjaman hingga Rp 100 triliun

Menteri Koordinator Sektor Ekonomi, Airlangga Hartarto menulis, perusahaan financial technology (fintech) Peer to Peer Lending (P2P) sudah salurkan utang sebesar Rp100 triliun per September 2020. Nilai itu naik sejumlah 113 % secara year on year (yoy).

 

“Dalam pendistribusian utang penumpukan pendistribusian p2p lending telah capai lebih dari Rp100 triliun sampai bulan september 2020. Atau ini naik sejumlah 113 % secara yoy,” tegasnya pada acara peluncuran “Indonesia Fintech Society (IFSoc)”, Senin (9/11).

Airlangga menjelaskan, peningkatan cepat pendistribusian utang p2p lending ini tidak terlepas dari kenaikan jumlah saya peminjam (borrower) serta pendistribusian utang. “Serta umur lender atau borrower barisan muda berumur rerata 34 tahun,” terangnya.

Disamping itu, pesatnya perubahan tehnologi di tengah-tengah warga menyokong perkembangan industri fintech. Susul semakin gampangnya akses warga pada service keuangan yang diperlukan.

“Pada tahun 2019 laporan Google serta Temasek memperlihatkan jika ekonomi digital Indonesia yang paling besar dengan perkembangan paling cepat di Asean. Fintech mempunyai peranan besar dengan perkiraan nilai 45 miliar USD serta perkembangan tahunan nyaris 50 %,” tuturnya.

Oleh karenanya, faksinya minta stakeholders berkaitan untuk sanggup jaga trend perkembangan positif ini. Hingga fintech di depan lagi dapat bereksperimen dalam memberi service pada warga.

“Selain itu membuat perlindungan kebutuhan warga adalah faktor terpenting. Hingga OJK (Kewenangan Layanan Keuangan) tentu saja harus lagi lakukan pemantauan secara aktif,” tambah ia.

Menteri Koordinator Sektor Ekonomi Airlangga Hartarto menyongsong baik kedatangan Industri financial technology (fintech) dalam negeri. Karena, fintech dipandang selaku salah satunya jalan keluar pemerintahan untuk akselerasi perbaikan perekonomian nasional karena wabah Covid-19.

“Fintech ini mempunyai fungsi penting untuk pemercepatan program perbaikan perekonomian nasional, terutamanya dengan manfaatkan tehnologi digital lewat pembiayaan berbasiskan digital,” tutur Airlangga pada acara peluncuran “Indonesia Fintech Society (IFSoc)”, Senin (9/11).

Airlangga menjelaskan, faedah dari fungsi fintech semakin berasa sepanjang wabah agen togel terpercaya Covid-19 berjalan. Ini tercermin dari peran besar fintech dalam aktivitas pendistribusian bermacam program bansos untuk warga yang terimbas wabah.

“Seperti Kartu Prakerja ini dikerjakan end to end secara digital, serta Kartu Prakerja ini memakai pembayaran lewat digital basis. Hingga dapat menolong mereka yang diberhentikan sebab ada keringanan akses pendistribusian,” terang ia.

Oleh karenanya, pemerintahan percaya diri proses perbaikan perekonomian nasional akan selekasnya berjalan. Susul semakin bertambahnya resapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat kontribusi Fintech.

“Pemerintahan mengetahui waktu saat ini untuk mengikut perubahan dikerjakan eksperimen terbatas atau kita mengenal dalam arti regulatory sandbox. Di mana regulator dna Fintech lagi lakukan kegiatannya sekalian dipantau oleh pemerintahan dalam ini OJK,” tutupnya.

Ketua Satuan tugas Siaga Investasi Tongam L Tobing bagikan panduan ke warga yang pengin memakai layanan utang online. Berikut ada 4 panduan yang seharusnya dikerjakan warga saat sebelum pinjam uang dari fintech.

error: Content is protected !!