Menu Close

Bank Mandiri Salurkan Rp 1,62 T Subsidi Gaji Tahap 2 ke 1,35 Juta Rekening Pekerja

Bank Mandiri Salurkan Rp 1,62 T Subsidi Gaji Tahap 2 ke 1,35 Juta Rekening Pekerja

Bank Berdikari ikut serta salurkan Kontribusi Bantuan Upah/Gaji ke karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

 

Corporate Secretary Bank Berdikari Rudi As Aturridha menjelaskan, ini adalah loyalitas perseroan dalam memberikan dukungan program pemerintahan. Yaitu membuat perlindungan karyawan serta jaga daya membeli warga di tengah-tengah wabah covid-19.

“Dalam pendistribusiannya, kami merujuk pada ketetapan yang tertera pada Permenaker 14/2020. Yakni sejumlah Rp 1,2 juta per karyawan setiap gelombang. Serta pendistribusiannya berdasar pangkalan data yang menerima dari Kemenaker,” kata Rudi dalam penjelasannya, Sabtu (14/11/2020).

Sama ketetapan itu, pada Agustus-Oktober 2020 lalu Bank Berdikari sudah salurkan bantuan upah gelombang pertama ke 5,09 juta rekening sebesar Rp 6,12 triliun.

Sedang pendistribusian bantuan upah gelombang ke-2 yang diawali per tanggal 11 November 2020 sekarang ini masih berjalan serta sudah diteruskan ke 1,35 juta rekening karyawan sebesar Rp 1,62 triliun.

Kementerian Ketenagakerjaan kembali lagi salurkan tunjangan pemerintah berbentuk bantuan upah/gaji term ke-2 . Kesempatan ini, gantian step II yang kembali lagi diolah pencairan term ke-2 sekitar 2.713.434 orang.

Awalnya, pada Senin (9/11/2020) step 1 juga dicairkan ke beberapa yang menerima BSU term pertama. Dengan dialirkannya step II ini, Kemnaker sudah salurkan bantuan upah/gaji ke 4.893.816 karyawan untuk term ke-2 .

Tentang hal keseluruhan bujet yang sudah dikeluarkan untuk step I serta II ini sekitar Rp5,8 triliun

“Alhamdulillah, ini hari kami kembali lagi salurkan term ke-2 bantuan upah/gaji untuk beberapa karyawan yang yang masuk ke step 2 pada term I lalu,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Jumat (13/11/2020).

Dia menerangkan faksinya mengusahakan percepat pendistribusian bantuan upah/gaji term ke-2 . Dia pastikan tidak ada penangguhan pendistribusian term ke-2 .

“Awalnya Kami mendapatkan info jika pendistribusian term ke-2 diundur. Hal tersebut tidak betul. Faktanya, term ke-2 step I telah diteruskan semenjak Hari Senin (9/11), serta ini hari diteruskan untuk step II,” terangnya.

Menurut dia sesudah bantuan upah/gaji term pertama usai diteruskan, Kemnaker lakukan penilaian bersama BPJS Ketenagakerjaan, Bank Himbara, Ditjen Pajak (DJP), BPK, serta KPK.

Kemnaker sudah usai lakukan pemadanan data dengan DJP, hingga bantuan upah/gaji langsung bisa dicairkan.

“Tunjangan pemerintah berbentuk bantuan upah/gaji adalah program pemercepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Ida.

Bantuan upah ini dikasih ke karyawan yang penuhi ketentuan yakni WNI; karyawan yang menerima upah; terdaftar selaku peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020; gaji di bawah Rp5 juta; serta mempunyai rekening aktif.

Pemerintahan awalnya sudah kabarkan gagasan pemberian bantuan upah sejumlah Rp 2,4 Juta pada pegawai swasta yang terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

error: Content is protected !!